LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos., mengimbau Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk memprioritaskan alokasi APBD pada sektor pelayanan dasar, Senin (20/7/2026). Ia meminta pemda mengalihkan fokus dari program-program seremonial ke pembenahan kesehatan dan pendidikan secara riil.
H. Rejikinoor menilai program seremonial tidak memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan taraf hidup warga. Sebaliknya, investasi pada sektor kesehatan dan pendidikan terbukti menjadi instrumen paling efektif untuk membangun kemandirian dan kesiapan generasi muda.
Ia mencontohkan, pembenahan sektor kesehatan dapat dilakukan dengan melengkapi sarana transportasi rujukan medis di tiap desa serta penguatan edukasi gizi di Posyandu. Langkah ini secara langsung menekan angka kesakitan dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat.
Sementara pada sektor pendidikan, Rejikinoor menekankan perlunya pemerataan rasio guru dan murid serta penyediaan jaringan internet hingga ke sekolah-sekolah di pelosok. Ketersediaan akses informasi yang merata dipandang vital untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan.
Legislator ini meyakini bahwa keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik gedung semata. Indikator utama keberhasilan daerah sejatinya terletak pada indeks pembangunan manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Maka dari itu, Komisi I DPRD Murung Raya dipastikannya akan mengawal seluruh proses perencanaan hingga realisasi anggaran sektor dasar. Rejikinoor menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas agar tidak terjadi pemborosan anggaran negara.(*)












