LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Hal tersebut menjadi salah satu poin utama dalam rapat persiapan KKN yang digelar di Aula A Kantor Bupati Mura, Selasa (3/6/2026).
Rapat yang dipimpin Bupati Mura, Heriyus, tersebut turut dihadiri Pj Sekda Mura Sarwo Mintarjo dan jajaran Kepala Perangkat Daerah. Pertemuan ini membahas lokasi penempatan bagi ratusan mahasiswa pengabdian asal UIN dan UPR Palangka Raya.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Mura merespons permintaan resmi dari pihak perguruan tinggi terkait lokasi KKN. Pihak kampus berharap agar para mahasiswa tidak ditempatkan di daerah dengan akses transportasi yang dinilai ekstrem.
Bupati Mura menyampaikan bahwa desa-desa yang memiliki jalur transportasi sungai yang berisiko tinggi akan dihindari. Kebijakan Pemkab Mura ini diambil demi mengantisipasi potensi bahaya keselamatan selama masa pengabdian berlangsung.
Selain faktor keselamatan, Pemkab Mura juga mempertimbangkan efisiensi biaya operasional dan transportasi menuju lokasi. Pihak perguruan tinggi memperkirakan kebutuhan mobilitas mahasiswa menuju Murung Raya dapat menembus angka ratusan juta rupiah.
Dengan mempertimbangkan pertimbangan keselamatan dan geografis tersebut, Pemkab Mura segera merancang ulang peta sebaran desa lokasi KKN. Langkah antisipatif ini diharapkan membuat pelaksanaan KKN 2026 berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.(*)












