LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Krisis pemenuhan kebutuhan dasar di pedesaan menjadi perhatian utama anggota DPRD Murung Raya, Dina Maulidah. Saat melaksanakan agenda reses pada Kamis (02/7/2026), ia menemukan bahwa masalah ketersediaan air bersih dan aliran listrik masih menjadi persoalan pelik yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan II ini menyatakan keprihatinannya setelah mendengar langsung rintihan warga di Desa Dirung Pundu dan Desa Dirung Pinang. Menurutnya, akses terhadap air bersih dan listrik merupakan hak dasar yang harus diprioritaskan oleh pemerintah daerah tanpa menunda-nunda lagi.
Dina menegaskan bahwa dirinya sebagai anggota DPRD akan berdiri di baris terdepan untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan vital ini. Ia menilai, sangat ironis jika di era modern saat ini masih ada wilayah pedesaan yang kesulitan mengakses air bersih dan penerangan yang layak.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, legislator ini berencana memasukkan usulan warga ke dalam skema penganggaran daerah melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Langkah taktis ini diambil agar program penyediaan air bersih dan kelistrikan dapat segera dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya.
Ia juga meminta instansi terkait di pemerintahan daerah untuk responsif terhadap laporan yang dibawanya dari lapangan. Sinergi yang kuat antara anggota dewan dan jajaran eksekutif dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan masalah infrastruktur dasar ini.
Melalui perjuangan politiknya di parlemen, Dina Maulidah berharap persoalan air bersih dan listrik di Dapil II dapat segera teratasi. Anggota DPRD ini optimis bahwa dengan pengawalan yang konsisten, kesejahteraan masyarakat desa akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.(*)












