Rejikinoor Dorong Pergeseran Paradigma Kuratif ke Preventif Demi Kesehatan Siswa

Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, H. Rejikinoor.S.Sos.

LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Kesehatan anak usia sekolah. Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, H. Rejikinoor, menyatakan bahwa pola pikir lama yang hanya bergerak saat anak sudah jatuh sakit harus segera ditinggalkan. Pendekatan pencegahan dinilai jauh lebih efektif dan efisien.

Politikus ini mendorong pergeseran paradigma dari pendekatan kuratif (pengobatan) menuju promotif dan preventif (pencegahan). Baginya, kedua aspek pencegahan ini adalah kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan dengan bobot yang seimbang. Kebijakan ini dianggap strategis untuk menghemat anggaran daerah jangka panjang.

Pernyataan mengenai pentingnya pergeseran paradigma kesehatan tersebut disampaikan Rejikinoor pada Selasa (5/5/2026). Ia menjelaskan bahwa investasi pada tindakan pencegahan akan menyelamatkan masa depan generasi muda Murung Raya dari berbagai risiko penyakit sistemik yang mengancam konsentrasi belajar mereka.

Menurutnya, siswa jenjang SD hingga SLTP saat ini berada pada fase emas pertumbuhan yang tidak boleh terganggu. Rejikinoor memperingatkan bahwa tanpa dukungan layanan kesehatan preventif dan promotif yang komprehensif, risiko jangka panjang menjadi ancaman nyata. Dampak buruknya dapat memicu penurunan daya saing anak daerah.

Ancaman seperti stunting, gangguan kesehatan mental ringan, hingga penurunan konsentrasi belajar menjadi hal yang sulit dicegah jika daerah abai. Oleh karena itu, Komisi I DPRD mendesak dinas teknis untuk merancang program edukasi kesehatan yang masif di sekolah. Siswa harus diajarkan cara menjaga kesehatan sejak dini.

DPRD berharap pemerintah daerah segera menyusun cetak biru pelayanan kesehatan preventif yang terintegrasi. Rejikinoor memastikan bahwa fungsi penganggaran di DPRD akan memberikan porsi yang layak bagi program-program yang bersifat pencegahan. Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama keberhasilan transisi paradigma ini.(*)