LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., mengusulkan agar riset sejarah lokal dijadikan gerakan bersama di lingkungan pendidikan. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (22/04/2026) sebagai upaya menjaga kearifan lokal agar tetap lestari di kalangan pelajar.
DPRD mendorong peran aktif sekolah dan pemerintah desa untuk memfasilitasi penulisan cerita rakyat dan pengarsipan foto lama. Menurut Johansyah, kegiatan seperti wawancara tokoh adat dan pemetaan situs bersejarah sangat relevan untuk dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal.
Ia menegaskan bahwa melatih nalar kritis siswa dapat dilakukan melalui penggalian sejarah. Dengan mendatangi tetua dan mencatat penuturan mereka secara jujur, siswa akan belajar menghargai proses dan kebenaran informasi yang tidak didapatkan secara instan melalui media sosial.
Johansyah menyoroti bahwa banyak penamaan tempat di Murung Raya memiliki latar belakang peristiwa yang sarat makna. Jika sekolah tidak mengambil peran dalam mendokumentasikan hal ini, maka narasi sejarah tersebut berisiko terputus dan dilupakan oleh generasi mendatang.
Sinergi antara sekolah, sanggar budaya, dan perangkat desa dinilai menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. DPRD berharap setiap desa memiliki arsip sejarahnya sendiri yang bisa diakses oleh generasi muda sebagai bahan referensi jati diri mereka.
Melalui langkah ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beradab dan menghormati leluhur. DPRD optimis bahwa pemahaman sejarah yang baik akan melahirkan pemimpin masa depan yang bijaksana dalam membangun daerah.(*)












