Atasi Krisis Tenaga Ahli, Rejikinoor Tantang Mahasiswa Asal Mura Ambil Jurusan Strategis

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos.

LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos, memetakan bahwa wilayahnya saat ini sedang mengalami krisis tenaga ahli di sejumlah sektor vital. Menanggapi momen kelulusan siswa SMA sederajat pada Rabu, 13 Mei 2026, ia menantang generasi muda yang akan mengemban status mahasiswa baru untuk berani memilih program studi strategis.

Rejikinoor memaparkan bahwa sektor-sektor mendesak yang sangat membutuhkan sumber daya manusia lokal berkualitas antara lain bidang kedokteran untuk pemenuhan tenaga medis di puskesmas kecamatan, sarjana pendidikan untuk wilayah terpencil, serta ahli pertanian modern dan energi terbarukan. Pemilihan jurusan yang tepat dinilainya akan menjawab tantangan kebutuhan daerah secara langsung.

Guna mendukung kelancaran studi mahasiswa yang memilih jurusan strategis tersebut, Rejikinoor mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya memperluas program beasiswa afirmasi, terutama bagi anak-anak dari daerah pedalaman. Upaya ini ditujukan untuk mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi yang grafiknya masih perlu ditingkatkan berdasarkan data Dapodik.

Politisi senior ini mengingatkan para lulusan bahwa ilmu yang didapat di perguruan tinggi pada akhirnya harus didedikasikan kembali untuk membangun tanah kelahiran. Keterampilan akademis diharapkan mampu mengurai berbagai persoalan pembangunan yang ada di Murung Raya.

“Pergilah menuntut ilmu setinggi mungkin. Namun pulanglah dengan membawa harapan, inovasi, dan semangat pengabdian. Murung Raya membutuhkan generasi muda yang cerdas, humanis, dan berdedikasi,” kata H. Rejikinoor pada Rabu, 13 Mei 2026.

Lebih lanjut, Ketua Komisi I ini mewanti-wanti para calon mahasiswa agar memperkuat ketahanan mental dan moral di tengah era digital. Ia mengingatkan agar para remaja menghindari jebakan judi online, pinjaman online ilegal, serta penyalahgunaan narkoba agar cita-cita mereka untuk membangun daerah tidak terhenti di tengah jalan.(*)