LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Kondisi ruang ekonomi masyarakat Kabupaten Murung Raya kian terjepit akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda dalam beberapa hari terakhir. Anggota DPRD Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., pada Jumat (08/05/2026) menyatakan keprihatinan mendalam atas lesunya aktivitas perdagangan warga.
Imanudin menilai, jika persoalan tersebut tidak segera ditangani secara serius, maka dapat mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat bawah. Dampak paling nyata akan dirasakan oleh para pelaku usaha kecil yang modalnya sangat terbatas.
Selain pedagang kecil, warga yang mata pencariannya bergantung penuh pada moda transportasi darat maupun sungai juga ikut terpukul. Operasional harian mereka terganggu karena waktu habis terbuang dalam antrean atau kehabisan modal membeli BBM eceran yang mahal.
Ia menjelaskan bahwa kelangkaan BBM ini memicu efek domino yang sangat merugikan, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga harga komoditas pangan. Sektor mikro menjadi yang paling rentan roboh jika intervensi terlambat dilakukan.
Melihat kondisi yang kian genting, legislator ini meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum berada dalam satu langkah yang sama. Harus ada tindakan tegas guna menyelamatkan urat nadi perekonomian masyarakat kecil di Murung Raya.
Imanudin menegaskan bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah tidak boleh setengah-setengah, melainkan harus cepat, terukur, dan berbasis data yang akurat. DPRD siap mengawal setiap kebijakan yang berpihak pada penyelamatan ekonomi rakyat.(*)












