Dorong Digitalisasi Antrean RSUD, Johansyah Minta Pelayanan Kesehatan di Mura Bebas Hambatan Birokrasi

LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Kualitas pelayanan publik di RSUD Murung Raya terus menjadi perhatian pimpinan Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya. Pada Jumat (08/05/2026), Wakil Ketua Komisi II, Johansyah, mendesak pihak rumah sakit untuk memangkas alur birokrasi melalui penerapan digitalisasi sistem pelayanan.

Johansyah menilai bahwa antrean pasien yang menumpuk dapat diurai jika pihak rumah sakit secara konsisten mengadopsi teknologi digital. Selain sistem antrean modern, keterbukaan informasi mengenai ketersediaan fasilitas dan layanan medis juga perlu ditingkatkan demi kenyamanan masyarakat.

Politisi ini menekankan bahwa efisiensi anggaran harus bermuara pada peningkatan kepuasan masyarakat yang berobat. Pihaknya tidak menginginkan adanya pemangkasan anggaran yang justru mengorbankan mutu pelayanan medis dasar di Murung Raya.

Dalam pengawasan legislatif, Komisi II DPRD Murung Raya dipastikan siap mengawal ketercukupan anggaran kesehatan. Johansyah menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pemenuhan alokasi dana kesehatan dalam rapat pembahasan anggaran daerah mendatang.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh dokter, perawat, serta staf pendukung medis yang telah memberikan pelayanan optimal. Respon positif publik terhadap jaminan kesehatan gratis dikatakannya sebagai buah dari dedikasi para petugas di lapangan.

Johansyah memungkasi keterangannya dengan mengingatkan pentingnya tata kelola pembiayaan jaminan kesehatan yang transparan dan akuntabel. Sinergi antara Pemkab, DPRD, dan RSUD Murung Raya dipandangnya sebagai kunci utama untuk menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat.(*)