LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Menghadapi momentum bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya mulai menyusun strategi pengamanan stok pangan. Hal ini menjadi bahasan utama saat Pemkab mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri secara virtual, Rabu (18/2).
Pemkab Murung Raya memberikan perhatian lebih pada potensi kenaikan permintaan masyarakat yang biasanya diikuti oleh lonjakan harga. Melalui Bagian Ekonomi dan SDA, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan stabil.
Dalam arahan pusat yang diikuti Pemkab, ditekankan bahwa pemantauan distribusi barang harus diperketat. Pemkab Murung Raya pun siap meningkatkan intensitas koordinasi dengan pihak-pihak penyalur pangan guna mencegah terjadinya kelangkaan barang di pasar-pasar lokal.
Strategi antisipasi yang disiapkan Pemkab meliputi penguatan peran Satgas Pangan daerah. Pemkab akan memastikan tidak ada praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat luas, terutama pada komoditas bahan pokok penting (bapokting).
Selain urusan harga, Pemkab juga mengevaluasi dukungan terhadap program perumahan rakyat yang menjadi agenda nasional. Integrasi kebijakan pusat dan daerah diharapkan dapat memberikan solusi hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Murung Raya.
Partisipasi dalam rakor ini diakhiri dengan penegasan komitmen Pemkab untuk bertindak cepat. Jika ditemukan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang signifikan, Pemkab akan segera melakukan intervensi pasar sesuai dengan regulasi yang berlaku.(*)










