Fredrich Yoga, Reses Adalah Jembatan Komunikasi Rakyat dan Legislatif

LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Pada Sabtu (24/1/2026), Fredrich Dominggus Yoga melaksanakan tugas konstitusionalnya di Desa Penyang sebagai bentuk nyata dari fungsi representasi anggota dewan. Ia menekankan bahwa reses merupakan jembatan emas bagi masyarakat untuk menyampaikan suaranya secara langsung tanpa sekat birokrasi.

Melalui dialog terbuka ini, Fredrich ingin membangun kepercayaan publik bahwa suara mereka didengar dan diperjuangkan. Ia percaya bahwa kehadiran wakil rakyat di lapangan akan menciptakan hubungan emosional dan harmonisasi yang kuat dengan masyarakat yang diwakilinya.

Ia menjelaskan bahwa tanpa turun ke lapangan, anggota DPRD tidak akan mengetahui permasalahan riil yang dihadapi warga. Oleh karena itu, kegiatan reses ini ia manfaatkan sebaik mungkin untuk menggali informasi sedalam mungkin mengenai problematika di tingkat perdesaan.

Fredrich menegaskan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral untuk menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat. Setiap masukan dari Desa Penyang akan dipilah dan disinkronkan dengan program pembangunan yang sedang dirancang oleh pemerintah kabupaten.

Baginya, transparansi dalam menyerap aspirasi adalah kunci dari demokrasi yang sehat di tingkat daerah. Ia mengajak warga untuk tetap kritis dan aktif dalam memberikan masukan demi kemajuan bersama di wilayah Kabupaten Murung Raya.

Ia menutup pertemuan dengan janji bahwa seluruh suara masyarakat yang masuk akan menjadi energi baginya dalam berargumen di gedung dewan. Fredrich berkomitmen untuk terus menjadi penyambung lidah masyarakat Desa Penyang yang konsisten.(*)