LiputanKalteng.com, Puruk Cahu – Ancaman akses konten negatif menjadi sorotan tajam Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, dalam imbauannya pada Sabtu (17/1/2026). Ia memperingatkan bahwa tanpa pendampingan, anak-anak sangat rentan terpapar informasi yang tidak layak dikonsumsi oleh usia mereka.
Dina menilai kemudahan akses internet saat ini bagaikan pisau bermata dua yang bisa melukai mental anak jika salah digunakan. Paparan konten kekerasan, pornografi, hingga informasi menyesatkan dapat merusak cara berpikir dan perilaku anak secara permanen.
Ia meminta orang tua untuk tidak hanya memberikan fasilitas, tetapi juga membekali diri dengan pengetahuan cara memfilter aplikasi. Menurutnya, pembiaran anak berselancar di dunia maya tanpa arah adalah bentuk kelalaian yang bisa berakibat fatal bagi masa depan bangsa.
Opini yang membangun dalam hal ini adalah pentingnya pemerintah daerah memperkuat infrastruktur internet sehat melalui pembatasan akses situs berbahaya di ruang publik. Selain itu, peningkatan literasi media bagi orang tua sangat mendesak dilakukan agar mereka mampu menjadi penyaring informasi bagi anak.
Dina menekankan bahwa komunikasi terbuka adalah tameng terbaik bagi anak. Jika anak merasa nyaman bercerita, mereka tidak akan mencari pelarian atau jawaban dari sumber-sumber yang tidak jelas kebenarannya di internet.
Harapan Dina, sinergi antara kewaspadaan keluarga dan pengawasan digital dapat menekan angka degradasi moral pada remaja. Sebagai pimpinan dewan, ia akan terus mendorong program edukasi keamanan siber bagi masyarakat luas di Kabupaten Murung Raya.(*)












